oleh Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M.Hum.; Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A.; Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum.; Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum.; Dr. Daya Negri Wijaya, M.A.; Dr. R. Achmad Sunjayadi, M.Hum.; Dr. Ester Yambeyapdi, M.Hum.; Dr. Devi Riskianingrum; Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd.; Dr. Umi Barjiah, M.A.; Dr. Phil. Zacky Khairul Umam; Frial Ramadhan Supratman, M.A., M.Sos.; Jajang Nurjaman, S.Hum., M.A.; Muhammad Buana, LL.M.
Jilid IV menarasikan awal interaksi Nusantara dengan dunia Barat yang ditandai masuknya kekuatan Eropa, mulai dari Portugis dan Spanyol, disusul Belanda dan bangsa-bangsa Barat lain ke dalam jaringan perdagangan global. Periode ini menciptakan dinamika kompetisi, aliansi, dan resistensi: melalui jalur maritim dan pelabuhan-pelabuhan strategis, kekuatan lokal seperti Aceh, Gowa, Mataram, Ternate, dan Tidore menjalin baik diplomasi maupun perang dalam menghadapi tekanan militer dan monopoli dagang yang dilakukan maskapai dagang Belanda (VOC), yang kemudian berkembang menjadi kekuatan besar di Nusantara hingga akhir abad ke-18. Interaksi ini turut memperluas pertukaran budaya dan pengetahuan, memicu intensifikasi Islam sekaligus misi Kristenisasi, dan melahirkan diaspora maritim serta perlawanan rakyat terhadap kolonialisme di berbagai wilayah Nusantara. Ilustrasi sampul buku ini digambar ulang dari koleksi Kain Tampan Lampung. Diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman.