oleh Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi, M.Hum.; Dr. Andriyati Rahayu, M.Hum.; Dr. Ninny Susanti Tejowasono, M.Hum.; Dr. So Tju Shinta Lee, S.Psi., M.Hum.; Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si.; Dr. Novrida Qudsi Lutfillah, S.E., Ak., MSA., CA.; Dr. Taqyuddin, S.Si., M.Hum.; Dr. Abimardha Kurniawan, S.Hum., M.A.; Dr. Turita Indah Setyani, S.S., M.Hum.; Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S., M.A.; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa, M.Hum.; Muhammad Satok Yusuf, S.S., M.Hum.; Garin Dwiyanto Pharmasetiawan, S.Hum.; Asri Hayati Nufus, M.Hum.
Jilid II membahas warisan peradaban Nusantara setelah masyarakatnya melakukan perjumpaan budaya dengan tiga kekuatan peradaban besar dunia saat itu, yaitu India, Tiongkok, dan Persia, sebuah perjumpaan yang menandai terbentuknya jaringan budaya dan ekonomi lintas kawasan. Lewat narasi tentang kerajaan dan perdagangan maritim, jilid ini menegaskan bahwa Nusantara adalah ruang sejarah yang secara aktif menampilkan proses panjang pembentukan peradaban yang plural dan terbuka, bukan sekadar wilayah yang pasif menerima pengaruh luar. Ilustrasi sampul buku ini digambar ulang dari relief Kalpataru pada Candi Prambanan. Diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman.