oleh Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S.; Dra. Libra Hari Inagurasi, M.Hum.; Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A.; Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M.Hum.; Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A. (Leiden), M.A. (Duke), Ph.D.; Endi Aulia Garadian, M.Hum.; Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D.; Dr. Suriadi Mappangara, M.Hum.; Setyadi Sulaiman, M.Hum.; Abu Bakar Said, M.Hum.; Pidia Amelia, M.A.; Dr. Wahyu Widodo, M.Hum.; Dr. Abd. Rahman Hamid; Dr. Muslimin AR. Effendy, M.Hum.
Jilid III menyoroti keterhubungan Nusantara dengan dunia Islam melalui jalur perdagangan maritim yang berporos di Lautan Hindia sejak abad ke-7 Masehi, yang menjadikan kepulauan ini simpul yang semakin penting dalam jaringan perdagangan global rempah-rempah. Interaksi dengan para pedagang Muslim membawa pengaruh besar terhadap pembentukan komunitas Islam, transformasi politik melalui lahirnya kesultanan-kesultanan, serta berkembangnya budaya dan hukum berbasis Islam yang terakulturasi dengan tradisi lokal. Proses ini menandai fase penting penyebaran Islam yang memperkuat identitas maritim dan multikultural Nusantara, seraya tetap bersandar pada peradaban yang telah berkembang sejak Jilid I dan II. Diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman.