Oh tidak! Di mana JavaScript-nya?
Browser web Anda tidak mengaktifkan JavaScript atau tidak mendukung JavaScript. Harap aktifkan JavaScript pada browser Web Anda untuk melihat situs Web ini dengan benar, atau tingkatkan ke browser Web yang mendukung JavaScript.

Masuk
Belum menjadi anggota? klik disini untuk mendaftar.
Lupa Kata Sandi?

Eksternal Link

1.  Dinas Pendidikan Kota Surabaya 
2.  Kemendikbudristek 
3.  Rumah Belajar ID
4.  Kementrian Lingkungan Hidup RI
5.  Tunas Hijau ID
6.  BNN

SOSIAL MEDIA


Instagram
Tiktok
Youtube

Buku

Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global Jilid II

Jilid II - Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok dan Persia

Unduh Buku

Ukuran Berkas:
thumbnail

Tangkapan Layar

Informasi Buku

Versi:
Tidak ada informasi yang tersedia
Total Unduhan:
0 Buku
Tanggal Publikasi:
01/09/2026

Lisensi Buku:
Tidak ada informasi yang tersedia
Sistem Operasi:
Tidak ada informasi yang tersedia
Hak Cipta:
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Ulasan Lengkap Editor

oleh Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi, M.Hum.; Dr. Andriyati Rahayu, M.Hum.; Dr. Ninny Susanti Tejowasono, M.Hum.; Dr. So Tju Shinta Lee, S.Psi., M.Hum.; Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si.; Dr. Novrida Qudsi Lutfillah, S.E., Ak., MSA., CA.; Dr. Taqyuddin, S.Si., M.Hum.; Dr. Abimardha Kurniawan, S.Hum., M.A.; Dr. Turita Indah Setyani, S.S., M.Hum.; Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S., M.A.; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa, M.Hum.; Muhammad Satok Yusuf, S.S., M.Hum.; Garin Dwiyanto Pharmasetiawan, S.Hum.; Asri Hayati Nufus, M.Hum.

Jilid II membahas warisan peradaban Nusantara setelah masyarakatnya melakukan perjumpaan budaya dengan tiga kekuatan peradaban besar dunia saat itu, yaitu India, Tiongkok, dan Persia, sebuah perjumpaan yang menandai terbentuknya jaringan budaya dan ekonomi lintas kawasan. Lewat narasi tentang kerajaan dan perdagangan maritim, jilid ini menegaskan bahwa Nusantara adalah ruang sejarah yang secara aktif menampilkan proses panjang pembentukan peradaban yang plural dan terbuka, bukan sekadar wilayah yang pasif menerima pengaruh luar. Ilustrasi sampul buku ini digambar ulang dari relief Kalpataru pada Candi Prambanan. Diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman.